Dampak Kenaikan Permukaan Laut terhadap Indonesia menjadi isu yang semakin mendesak untuk dibahas. Kenaikan permukaan laut merupakan fenomena global yang disebabkan oleh pemanasan global dan pencairan es di Kutub Utara dan Selatan. Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terhadap dampak dari kenaikan permukaan laut ini.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kenaikan permukaan laut di Indonesia diperkirakan mencapai 0,7 meter pada tahun 2100. Hal ini bisa berdampak buruk terhadap pulau-pulau kecil di Indonesia yang akan terancam tenggelam akibat abrasi pantai.
Salah satu ahli lingkungan dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Budi Haryanto, mengatakan bahwa “Dampak kenaikan permukaan laut terhadap Indonesia sudah mulai terasa dengan adanya banjir rob di beberapa kota pesisir seperti Jakarta dan Semarang. Kita harus segera mengambil tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca agar dapat memperlambat proses pemanasan global yang menjadi penyebab utama kenaikan permukaan laut.”
Pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah-langkah untuk menghadapi dampak kenaikan permukaan laut ini. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyatakan bahwa “Indonesia telah melakukan penanaman mangrove di sepanjang pantai sebagai salah satu upaya untuk mengurangi abrasi pantai akibat kenaikan permukaan laut.”
Namun, langkah-langkah yang dilakukan masih dianggap belum cukup efektif untuk mengatasi dampak yang akan terjadi. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga internasional untuk menangani masalah ini secara komprehensif.
Dampak Kenaikan Permukaan Laut terhadap Indonesia memang merupakan tantangan besar yang harus segera diatasi. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kita dapat melindungi negara ini dari ancaman yang mengancam keberlangsungan hidup generasi mendatang.
