Perubahan iklim dan ancaman bagi keanekaragaman hayati Indonesia merupakan topik yang semakin mendapat perhatian di era modern ini. Perubahan iklim telah menjadi salah satu masalah global yang berdampak luas, termasuk pada keanekaragaman hayati di Indonesia.
Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, perubahan iklim telah menyebabkan berbagai dampak negatif bagi keanekaragaman hayati Indonesia. Salah satunya adalah terancamnya spesies-spesies endemik yang hanya bisa ditemukan di Indonesia. Kondisi ini memicu keprihatinan bagi para ahli keanekaragaman hayati di tanah air.
Dr. Ir. Nur Masripatin, M.Sc., Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengungkapkan bahwa “perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi keanekaragaman hayati Indonesia. Kita harus segera mengambil tindakan untuk melindungi spesies-spesies langka dan endemik yang ada di Indonesia.”
Selain itu, Prof. Dr. Ir. Sri Wilarso Budi, M.Sc., seorang pakar keanekaragaman hayati dari Universitas Indonesia, juga menambahkan bahwa “Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat besar, namun perubahan iklim memberikan tekanan tambahan yang membuat keberlanjutan keanekaragaman hayati semakin terancam.”
Para ahli sepakat bahwa langkah konkret harus segera diambil untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi keanekaragaman hayati Indonesia. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dukungan dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat juga diperlukan dalam menghadapi perubahan iklim dan ancaman bagi keanekaragaman hayati Indonesia. Kita semua bertanggung jawab untuk merawat alam dan kehidupan di bumi ini.
Sumber:
1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2019). “Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Keanekaragaman Hayati di Indonesia.”
2. Prof. Dr. Ir. Sri Wilarso Budi, M.Sc. (2020). “Peran Penting Keanekaragaman Hayati dalam Menyokong Kehidupan Manusia.”